29.5.07

Acetaminophen Dosage Chart

Acetaminophen (Tylenol) is one of the most common drugs kids take — and one of the hardest to give correctly. Because acetaminophen is sold in many forms, this chart can help you get the right dosage for your child. But before you head to the medicine cabinet, there are a few important points to remember:
• Never give a baby under the age of 3 months acetaminophen without talking to your doctor first.
• Although your baby's age is a rough guide, the amount of acetaminophen you give your child is based on his weight — not his age.
• Read the label. It's easy to get confused by the different forms and concentrations of acetaminophen available at your local drugstore (for details, see our articles on giving your baby or toddler medicine). You don't want to confuse teaspoons with tablespoons, or give a baby the same type of medicine you'd give a toddler.
• Always use the measuring device that came with the medicine — whether it's a dropper or a measuring cup.


The following acetaminophen dosage information is based on a chart from the American Academy of Pediatrics' book Caring for Your Baby and Young Child.

Age* Weight** Drops Elixir Chewable tablets
80 mg tabs
0 to 3 months 6 to 11 lbs.
(2.7 to 5 kg) 0.4 ml (1/2 dropper) -- --
4 to 11 months 12 to 17 lbs.
(5.5 to 7.7 kg) 0.8 ml (1 dropper) 1/2 tsp. --
12 to 23 months 18 to 23 lbs.
(8.2 - 10.5 kg) 1.2 ml (1 1/2 dropper) 3/4 tsp. (3.75 ml) --
2 to 3 years 24 to 35 lbs.
(10.9 to 15.9 kg) 1.6 ml (2 droppers) 1 tsp. (5 ml) 2 tablets


*Remember that your child's weight, not his age, determines how much medicine your child should get. If your baby weighs more than the weight range for his age group, check with your doctor before giving him the next highest dose.

**If you can't remember how much your child weighed at his last checkup, step on a scale while holding your baby, then weigh yourself alone. Subtract your weight from the combined weight and you'll know how much your baby weighs.

22.3.07

Milestone chart 0-3 mo


Child's Age


Mastered Skills (most kids can do)


Emerging Skills (half of kids can do)


Advanced Skills (a few kids can do)

1 month

Lifts head when lying on tummy
Responds to sound
Stares at faces

• Follows objects briefly with eyes
• Vocalizes: oohs and aahs
• Can
see black-and-white patterns

Smiles, laughs
• Holds head at 45-degree angle

2 months

• Vocalizes: gurgles and coos
• Follows objects across field of vision
• Notices his hands
Holds head up for short periods

Smiles, laughs
• Holds head at 45-degree angle
• Makes smoother movements

Holds head steady
• Can bear weight on legs
• Lifts head and shoulders when lying on tummy
(mini-pushup)

3 months

Recognizes your face and scent
Holds head steady
• Visually tracks moving objects

• Squeals, gurgles, coos
• Blows bubbles
• Recognizes your voice
• Does
mini-pushup

Rolls over, from tummy to back
• Turns toward loud sounds
• Can bring hands together, bats at toys

4 months

Smiles, laughs
• Can bear weight on legs
• Coos when you talk to him

• Can grasp a toy
Rolls over, from tummy to back

Imitates sounds: "baba," "dada"
Cuts first tooth
• May be ready for
solid foods

5 months

Distinguishes between bold colors
• Plays with his hands and feet

• Recognizes own name
Turns toward new sounds
Rolls over in both directions

• Sits momentarily without support
• Mouths objects
Separation anxiety may begin

6 months

• Turns toward sounds and voices
Imitates sounds
Rolls over in both directions

Is ready for solid foods
• Sits without support
• Mouths objects
• Passes objects
from hand to hand

• Lunges forward or starts crawling
Jabbers or combines syllables
Drags objects toward himself

5.10.06

Tumbuh Kembang Anak (Child Growth and Development)

Pertumbuhan ( growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu.

Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu ; faktor genetik / keturunan , lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak.

Penilaian terhadap pertumbuhan seorang anak dapat dinilai melalui pertambahan berat dan tinggi badan dan sampai anak berusia 2 tahun masih dapat digunakan penilaian melalui lingkar kepala yang biasanya dibandingkan dengan usia anak. Beberapa cara penilaian melalui pemeriksaan fisik atau klinikal , pemeriksaan antropometri ( membandingkan tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap umur, lingkaran kepala terhadap umur, lingkar lengan atas terhadap umur ) , contohnya KMS (kartu menuju sehat ) yang membandingkan berat badan terhadap umur , pemeriksaan radiologis, laboratorium, dan analisa diet.

Beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak :

- Faktor heredo konstitusional ; tergantung ras, genetic, jenis kelamin dan kelainan bawaan

- Faktor hormonal ; insulin , tiroid, hormon sex dan steroid.

- Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir ; gizi, trauma, sosio – ekonomi, iklim, aktivitas fisik, penyakit, dll.


Perkiraan berat badan yang dapat mudah dilakukan dalam kilogram adalah
berat badan waktu lahir bayi cukup bulan akan kembali pada hari ke 10.Berat badan menjadi 2 kali berat waktu lahir saat usia 5 bulan, menjadi 3 kali berat lahir saat usia satu tahun, dan menjadi 4 kali berat waktu lahir saat usia 2 tahun. Pada masa prasekolah kenaikan berat badan rata– rata 2 kg/ tahun.

Perkiraan tinggi badan dapat pula dilakukan dalam sentimeter yaitu usia 1 tahun 1,5 kali tinggi badan lahir, usia 4 tahun 2 kali tinggi badan lahir, 6 tahun 1,5 kali tinggi badan 1 tahun,.

Kita dapat pula mePrediksikan tinggi akhir anak sesuai potensi genetic berdasarkan tinggi badan orang tua dengan asumsi bahwa semuanya tumbuh optimal sesuai potensinya. Rumus yang digunakan ;

TB anak perempuan =
( TB ayah – 13 cm ) + TB ibu
_________________________ ± 8,5 cm

2

TB anak laki-laki =
( TB ibu +13 cm ) + TB ayah
__________________________ ± 8,5 cm

2


~~~*~~~*~~~

Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan bagi perkembangan selanjutnya.

Perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tua / orang dewasa lainnya. Interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan, bahkan sejak bayi dalam kandungan.

Kebutuhan dasar seorang anak adalah

ASUH ( kebutuhan biomedis)

Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan akan tempat tinggal, pakaian yang layak dan aman , perawatan kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejal penyakit.

ASIH ( kebutuhan emosianal)

Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu. Kebutuhan anak akan kasih sayang, diperhatikan dan dihargai, ,pengalaman baru, , pujian, tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan , tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya.

ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini)

Cikal bakal proses pembelajaran , pendidikan , dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin. Terutama pada usia 4 – 5 tahun pertama ( golden year) sehingga akan terwujud etika, kepribadian yang mantap, arif, dengan kecerdasan, kemandirian ,ketrampilan dan produktivitas yang baik.

Beberapa tingkat perkembangan yang harus dicapai pada anak umur tertentu ;

4-6 minggu : tersenyum spontan , dapat mengeluarkan suara 1-2 minggu kemudian

12-16 minggu : menegakkan kepala, tengkurap sendiri , menoleh ke arah suara , memegang benda yang ditaruh ditanggannya , bermain cilukba.

20 minggu : meraih benda yang didekatkan kepadanya

26 minggu : dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya , duduk dengan bantuan kedua tangannya ke depan , makan biskuit sendiri.

9 – 10 bulan : menunjuk dengan jari , memegang benda dengan ibu jari dan jari telunjuk, merangkak , bersuara da… da…. .

13 - 15 bulan : berjalan tanpa bantuan , mengucapkan kata – kata tungggal , memasukkan mainan ke dalam cangkir , bermain dengan orang lain , minum dari gelas , dan mencoret – coret.

sumber:
http://www.infoibu.com
http://www.womensheartfoundation.org/content/HeartWellness/child_development_checklist.asp
http://firstwords.fsu.edu/E/Ea.html
http://www.partoparvt.org/01sFITPp.html
http://www.dcmsonline.org/jax-medicine/2000journals/march2000/figure2.htm

28.12.05

Perkembangan Auditorik, Perkembangan Komunikasi Oral serta Deteksi Dini Gangguan Pendengaran dan Wicara

Perkembangan Auditorik

Perkembangan auditorik memerlukan perhatian oleh karena sangat terkait dengan perkembangan wicara. Adanya gangguan pada perkembangan auditorik mengakibatkan proses imitasi suara-suara tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Gestasi 20 minggu : khoklea secara fungsional telah matur ( sama dengan manusia dewasa ), hanya ukurannya saja yang berbeda

Janin 24-25 minggu : reflek auropalpebral (mengejapkan mata sebagai respon terhadap bunyi percakapan di sekitarnya)

0-4 bulan

Stimulus bunyi yang diterima oleh bayi akan memberikan respon berupa Behavior Responses, yang dapat berupa.

- auropalpebral

- eye widening

- grimacing (mengerutkan dahi seperti menahan sakit)

- heart rate meningkat

- cessation (ketika tiba-tiba ada bunyi keras maka bayi sejenak berhenti menyusu)

- reflek Moro (seperti terkejut)

4-7 bulan

Pada usia ini otot sternokleidomastoideus bayi dan otot-otot leher lain telah cukup kuat. Sehingga respon terhadap bunyi sudah lebih komplek dengan melibatkan sistem motorik dan kemampuan melokasisasi sumber bunyi mulai tampak. Bayi usia ini dapat diberikan stimulus berupa tepuk tangan atau pukulan sendok pada cangkir (atas cangkir untuk nada tinggi dan bawah cangkir ntuk nada rendah)

4 bulan : memutar kepala pada sumbu horizontal namun masih lemah dan belum konsisten

7 bulan : horizontal (menengok) sudah adekuat dan cepat namun ke arah bawah masih lemah, oleh karena itu jangan berikan stimulus dari arah kaki bayi

7-9 bulan

Putar kepala cepat dan identifikasi sumber bunyi tepat

9-13 bulan , maturasi perkembangan ausitorik mencapai puncaknya

12 bulan : keingintahuan terhadap sumber bunyi pesat, dapat mencari ke atas

13 bulan : lokalisir semua arah sumber bunyi cepat

>2 tahun , pemeriksaan sulit dilakukan oleh karena adanya

Reaksi habituasi : berupa rasa bosan oleh karena stimulus hanya berupa tepuk tangan

Reaksi inhibisi : mulai adanya rasa takut dan malu terutama karena situasi pemeriksa yang kurang bersahabat sehingga anak tidak mau merespon bahkan menolehpun

Perkembangan Komunikasi Oral

Maturasi perkembangan wicara berjalan selaras dengan perkembangan auditorik.

Lalu bagaimanakan awal proses belajar bicara?

Neonatus ( 0 – 1 bulan)

Pola wicara paling dominan : menangis

Akhir masa neonatus :perbedaan pola tangisan untuk keadaan keadaan tertentu misal lapar, haus, atau berisik. Hal ini oleh ibu yang telah berpengalaman dapat diketahui dengan cepat.

2-3 bulan

Kontrol motorik otot mult sudah mulai berkembanga sehingga artikulasi mulai terbentuk

Produksi vowel, tertawa, mengoceh tanpa arti (babbling)

4-6 bulan

True babbling / lailling (sudah ada sedikit kejelasan makna), misalnya mamama- papapa, 2 konsonan (m,p) serta 1 vokal (a) adalah 3 huruf pertama yang dikenal oleh seorang manusia. Adapun hal ini belum berati bayi sudah dapat berbicara dan mengerti. Diperlukan pengertian spesifik untuk menilai seorang bayi apakah memang telah dapat berbicara dan mengerti.

Sebagai contohnya tidaklah dapat sepasang orangtua berbahagia ketika mendengar bayinya ” memanggil” mama atau papa padahal kta ketahui kakak bayi tersebut terbiasa memanggil kedua orangtuanya dengan ummi dan abi misalnya.

Gerak lidah berkembang

Reaksi terhadap bunyi mainan

Eksperimen vokal

Merangkai vowel dan konsonan (5 bulan)

6-10 bulan

Ocehan berkurang

Mengerti NAMA

Memahai arti TIDAK sebagai contoh seorang bayi telah mengerti ketika ibunya melarangnya dengan berkata tidak sehingga sang bayi tidak lagi menarik-narik kelambu atau menarik rambut kakaknya

Mengerti SALAM (lambaian tangan tanda berpisah dengan ucapan dadah)

11-18 bulan

Kata pertama yang berarti diucapakan oleh anak di usia ini misalnya: mimik, maem

12-14 bulan : instruksi sederhana

Menunjuk bagian tubuh

Kalimat dengan 2-3 kata

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran dan Wicara

12 bulan : belum babbling

18 bulan : belum mengucapkan 1 kata yang berarti

24 bulan : belum dapat mengucapkan lebih dari 10 kata

30 bulan : belum dapat merangkai 2 kata


Mengoceh : proses untuk bicara